Mengikuti Bimtek K-13 Pendidikan Kesetaraan - PKBM Negeri 26 Bintaro

Sabtu, 20 Juli 2019

Mengikuti Bimtek K-13 Pendidikan Kesetaraan

Mengikuti Bimtek K-13 Pendidikan Kesetaraan

Para guru PKBM DKI Jakarta termasuk dua orang dari PKBM Negeri 26 Bintaro mengikuti soasialisasi Kurikulum 2013 di pendidikan nonformal.

Peserta bimtek dari PKBM DKI Jakarta

Antusiasme peserta dalam mengikuti bimtek K-13 kesetaraan DKI Jakarta sangat terlihat semangatnya. Terbukti peserta yang datang melebihi quota lebih dari 130 dari target 103 PKBM se wilayah 6 DKI. Selain itu setiap materi yang disampaikan membuat hidup ruangan banyaknya tanya jawab dan tidak terlihat ada yang mengantuk.

Acara ini merupakan program pemerintah bekerjasama dengan Forum Pusat Kegiatan Masyarakat ( FKPKBM) DKI Jakarta.

Para tutor yang hadir ada dari unsur guru formal yang mengajar di PKBM namun lebih banyak dari tutor murni. Semuanya sudah sarjana sehingga pendidik nonformal telah memenuhi standar pendidik yang mencukupi.

Dalam acara yang berlangsung dari kemarin hingga besok Sabtu, 30 Juli 2019, semangat peserta tidak kendor terutama dalam diskusi kelompok ketika masuk tahap action yaitu pemetaan SKK, KI/KD Dan RPP. Sesi ini dipandu oleh narasumber dari Pusat Kurikulum ( Puskur).

Hari pertama para peserta cukup tersentak dengan statemen narasumber. Diantaranya, "Di era Indonesia emas tahun 2045 bonus demografi Indonesia mencapai puncaknya, hal ini bisa menjadi berkah atau bencana, berkah bila generasi sekarang disiapkan dengan matang SDMnya. Namun bonus demografi bisa menjadi bencana bila gagal dalam menyiapkan generasi mendtang", ujar Suprananto, Kabid Kurikulum Puskur.

Karenanya paradigma kurikulum 2013 tidak lagi harus berkutat dan fokus pada guru mengajar melainkan kepada murid yang harus belajar. Untuk mencapai itu maka perlu diubah mindset para guru atau tutor dengan perisiapan yang matang terhadap skill mengajar di mana dengan persiapan dan latihan akan menemukan cara mengajar yang sangat menarik di era digital ini, sambungnya.

Di hari kedua pelatihan yang lebih spesifik ibu Maria dari Puskur, melatih para tutor agar memahami dan mempraktekkan pemetaan SKK . Pemahaman K13 dari para tutor dimulai dari masalah pemetaan SKK. Jika ini gagal maka akan gagal pula dalam penyusunan RPP dan pembelajarannya.

Dengan diskusi kelompok sampai kepada pemaparan individu, hasilnya benar² mengagetkan, masih baajyak yng perlu repetation. Dari kelompok paket A dikritisi karena salah angka menerjemahkan SKK yang didistribusikan ke setiap semester. Sehingga jumlahnya tidak standar.

Bila demikian maka belajar sistem modul, daring atau dengan cara homeschooling akan bisa diiterapkan standar, maka perlu adanya penataan SKK. Dari sinilah rasa pendidikan nonformal dikenali.

Melalui pelatihan di LPMP, Jakarta Selatan ini semangat peserta pelatihan akan ilmu baru terhadap K13 patut diapresiasi. Semoga hari terakhir dapat menjawab berbagai kendala dalam membuat action plan agar sukses penerapannya di satuan pendidikan masing-masing. (MK)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 PKBM Negeri 26 Bintaro | All Right Reserved